Ayo Dance Crash jika menggunakan Cyber Billing

Hari ini saya dimintai tolong dengan teman yang membuka game net di Jogja. Saat menggunakan Cyber Billing, game Ayo Dance selalu crash. Tapi jika dibuka melalui Windows Explorer, tidak ada masalah. Setelah ngubek-ngubek internet, ternyata banyak yang mengalami hal yang sama. Konon katanya ini terjadi semenjak patch Ayo Dance bulan Mei 2011.

Setelah minum kopi, saya curiga ada masalah dengan cara Cyber Billing memanggil Ayo Dance. Akhirnya saya kepikiran untuk memanggil Ayo Dance tidak langsung dari Cyber Billing, tapi dari batch file. Dan ternyata… fail.

Rencana kedua mau bikin file yang di-compile untuk memanggil Ayo Dance. Jadi Cyber Billing run file executable yang saya buat, lalu run Ayo Dance.

Ada beberapa opsi compiler yang kepikiran.

  • Pertama mau download Visual Studio Express, tapi kegedan. Belum lagi install-nya makan waktu. You know, Visual Studio is huge development tools. Dan yang saya butuhkan hanya compiler-nya doang.
  • Kedua, mau pakai gcc harus pakai cygwin atau mingw, dan itu juga makan waktu.

Finally saya memutuskan untuk menggunakan python. Saat proses download dimulai, saya teringat kalau Windows punya WSH.

Solusi

Buat file play.vbs ditempat yang sama dimana Ayo Dance di-install, right-click, edit.
Copy and paste code dibawah ini:

Set WshShell = WScript.CreateObject("WScript.Shell")
WshShell.Run "Patcher.exe"

Jangan lupa di-save. Ubah Global menu dari Cyber Billing Server agar file yang di run adalah play.vbs. Save, Close. Coba di client. Tadaaa…!! Yay! Berhasil :D

UPDATE
Ini untuk yang masih bingung bagaimana cara membuat file play.vbs.


Masalah xterm-256color pada Mac OS X Lion

Setelah install Xcode 4.1.1 dari AppStore, beberapa command pada terminal tidak bisa dijalankan.

mul14-mac:78 mul14$ clear
terminals database is inaccessible

mul14-mac:78 mul14$ nano
Error opening terminal: xterm-256color.

mul14-mac:78 mul14$ reset
reset: can't initialize terminal type xterm-256color (error -1)
Terminal type?

Beberapa user di mendapatkan masalah ini pada saat upgrade ke Mac OS X Lion. Dan beberapa yang lain setelah melakukan instalasi Xcode 4.

Setelah melakukan pencarian akhirnya ketemu dua solusi.

  1. Mengubah konfigurasi Terminal

    Klik Terminal di menu bar, pilih Preferences, Settings Tab. Pilih default style yang digunakan. Pilih Advanced. Pada Declare terminal as:, pilih xterm-color.
    Terminal settings
    Buka terminal baru. Sekarang command diatas sudah bisa dijalankan. Dengan menggunakan perintah tput colors output yang dikeluarkan adalah 8.

  2. Copy file xterm-256color

    Download file xterm-256color.zip yang saya dapatkan dari BSD.pkg yang ada didalam file instalasi Mac OS X Lion.

    Extract file tersebut, lalu copy ke /usr/share/terminfo/78/

    Di terminal
    $ sudo cp xterm-256color /usr/share/terminfo/78/
    $ sudo chown root:wheel /usr/share/terminfo/78/xterm-256color

    Sekarang di terminal bisa menggunakan xterm-256color.
    Di terminal ketik tput colors output yang dikeluarkan adalah 256.

UPDATE
Cara #2 ternyata merusak semua tampilan aplikasi yang menggunakan ncurse. Sebaiknya ikuti instruksi me-replace semua isi folder /usr/share/terminfo disini.

References


Belajar Dvorak

Standard Dvorak

Beberapa minggu lalu setelah acara YKode yang kedua, saya sempat ngobrol dengan lynxluna. Akhirnya pembicaraan mulai mengarah ke Dvorak. Wow, ternyata lynxluna bisa menggunakan Dvorak dengan mahir. Dia juga cerita kalau teman-temannya juga menggunakan dvorak, termasuk Om Robin. Lalu mulai diperkenalkan Dvorak-QWERTY yang ada di Mac OSX. Menggunakan dvorak keyboard layout, tapi tetap menggunakan shortcut button ala QWERTY.

Sebenarnya sih udah mencari dvorak ini dari tahun 2006. Tapi belum pernah ketemu sampai sekarang. Mulai dari Mangga dua Jakarta, BEC, Medan Mall dan Jogjatronik.

Yang bikin beda saat menyaksikan lynxluna menggunakan dvorak adalah dia tetap menggunakan keyboard QWERTY. Yang diubah hanya konfigurasi di Mac OSX-nya. Owh shit! Kenapa ini gak pernah kepikiran sebelumnya?!?

Setelah pulang, langsung nyobain dvorak di Windows 7. Alamak! Ternyata di Windows nggak ada Dvorak-QWERTY. Setelah browsing, akhirnya ketemu beberapa cara untuk menggunakan Dvorak-QWERTY. Dari beberapa yang saya coba, hanya Dvorak-QWERTY Layout for Windows yang dibuat menggunakan Microsoft Keyboard Layout Creator 1.4 yang berjalan dengan baik.

Setelah beberapa hari belajar menggunakan dvorak, saya pikir ada baiknya langsung mencoba Programmer Dvorak. Perbedaan paling jelas yang terlihat dibandingkan dengan Dvorak biasa ada pada tombol angka. Anda harus menekan tombol Shift untuk mendapatkan angka.

Dvorak for Programmer

Belum lagi lancar menggunakan dvorak, saya diperkenalkan lagi dengan Colemak oleh ordinareez.

Colemak keyboard layout

Setelah mencari informasi akhirnya saya tetap memilih dvorak. Alasannya sederhana—karena adopsi Colemak belum sebanyak Dvorak.

Sampai sekarangpun—kalau mengetik memang belum lancar seperti menggunakan QWERTY. Tapi sudah bisa mengetik tanpa melihat contekan lagi. Yay! :D

Bagaimana dengan anda? Tertarik menggunakan Dvorak? Punya pengalaman dengan Dvorak? Atau malah tidak tau keuntungan menggunakan Dvorak?


Sumber gambar: Wikipedia dan http://colemak.com


Tanya 32 : Membuat QR Code di Ubuntu (via Tanya Reza Ervani Tentang LINUX)

Tanya 32 : Membuat QR Code di Ubuntu Tanya : Mas, cara bikin QR Code kayak yang di KOMPAS itu gimana ya kalau di Ubuntu ? Jawab : Bisa gunakan qrencode sudo apt-get install qrencode Untuk menggunakannya cukup dengan qrencode -o test.png 'http://tanyarezaervani.wordpress.com' Maka anda akan memperoleh file dengan nama test.png yang merupakan dekoding berisikan tulisan http://tanyarezaervani.wordpress.com … Read More

via Tanya Reza Ervani Tentang LINUX


Perbandingan Firefox 4 dan Google Chrome

Sudah banyak sekali website ataupun blog yang membandingkan Firefox 4 dan Google Chrome. Mulai dari kecepatan javascript engine hingga HTML5. Kali ini saya bahas perbedaan yang saya alami setelah mencoba Firefox 4. Ingat! Yang saya bahas perbedaan dengan instalasi default. Bukan setelah ditambah add-on/extension.

Oh ya, saya membandingkan dengan Google Chrome 12.0.712.0.
Belum punya? Untuk pengguna Windows silahkan download di http://www.filehippo.com/download_google_chrome/. Linux dan Mac user, mampir kesini http://www.chromium.org/getting-involved/dev-channel.

New Tab

New tab di Firefox 4 masih sama seperti Firefox pertama kali. Blank! Google Chrome WIN.

Firefox 4 VS Chrome - New Tab

Context Menu

Google Chrome lebih smart dalam mendeteksi tulisan. Misalnya dalam suatu paragraf ada tulisan: “Kunjungi website kami di www.detik.com”. Anda bisa langsung menyeleksi tulisan www.detik.com, lalu klik kanan, pilih Go to www.detik.com untuk mengunjungi website tsb. Google Chrome WIN.

Private Browsing VS Incognito

Saat anda menggunakan Private Browsing di Firefox 4, anda hanya bisa membuka satu window. Dengan Chrome, anda bisa membuka banyak Incognito window. Bahkan IE bisa membuka banyak InPrivate window-nya. Google Chrome WIN.

Image Info

Saat membuka gambar di Google Chrome, sulit menemukan informasi dimensi, tanggal pembuatan, ataupun ukuran file dari gambar yang sedang dibuka. Anda harus membuat Web Inspector untuk mendapatkan informasi tersebut. Itupun hanya dimensi dan ukuran file. Beda halnya dengan Firefox. Firefox dapat memberikan informasi yang cukup banyak. Fitur View Image info ini sudah ada dari Firefox sebelumnya. Firefox WIN.

View Source

Tidak semua orang menggunakan, tapi saya cukup sering menggunakan fitur view source ini.
Hingga Firefox versi 4 ini belum ada line number. View source di IE8 bahkan sudah ada line number. Google Chrome WIN.

Bookmark & History

Tidak ada perubahan di Firefox 4 dengan Firefox 3 dalam hal ini. Tapi jelas Google Chrome kalah. Walaupun saya tidak suka Firefox membuka window baru, tapi fitur-fitur yang ditawarkan jauh lebih lengkap. Seperti tag dan group by date di history. Firefox 4 WIN.

Kesimpulan

Selain dukungan HTML5 dan CSS3 serta fitur baru Panorama, Firefox 4 tidak berbeda jauh dengan Firefox 3.

Tab management di Firefox 4 (Panorama) menurut saya ribet. Saya pribadi lebih suka tab management-nya Opera 11 atau IE8 dengan warna, karena lebih simple.

nb: Sebenarnya masih ada lagi yang lain. Seperti tulisan blur di Firefox 4, search, web console VS web inspector, zoom, pin tab, create application shortcut, dll.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.