Saya termasuk pengguna aplikasi GTD. Dari sekian banyak aplikasi GTD, Any.Do adalah salah satu yang favorit. Karena sederhana dan dapat digunakan di iOS, Android dan ada Chrome extension.
Sayangnya sampai sekarang, versi HTML5 belum ready. Jadi untuk membuka Any.Do di desktop PC, saya harus buka Chrome terlebih dahulu, lalu tekan icon Any.Do seperti terlihat pada gambar. Padahal saya terbiasa membuka Gmail, Facebook, Asana, Pivotal Tracker, dll hanya dengan sekali klik icon di taskbar.
Berikut trik sederhana untuk membuat Any.Do application shortcut:
Saya sudah terbiasa menggunakan Zsh pada *nix. Tapi jika menggunakan Windows, hanya ada dua opsi. Menggunakan Command Prompt atau Windows PowerShell, yang mana tidak se-”powerful” Terminal pada *nix. Jika anda terpaksa menggunakan Windows, tetapi ingin menggunakan fitur-fitur yang ada pada Zsh, saya akan memandu anda caranya. Sekaligus saya ingin memperkenalkan Terminal pada user yang selama ini hanya menggunakan Command Prompt pada Windows.
Ada beberapa cara untuk install Zsh pada Windows. Cara termudah adalah dengan menggunakan Cygwin. Untuk install Cygwin, anda membutuhkan koneksi internet yang memadai. Instalasi default membutuhkan space sekitar 876 MiB. Anda bisa download Cygwin installer dari http://cygwin.com/install.html.
Cygwin Setup
Jalankan Cygwin installer.
Pada opsi pertama, Pilih “Install from Internet”.
Root directory, pilih folder yang akan anda jadikan root. Sebagai contoh C:\cygwin
Local Package Directory, ini adalah lokasi folder dimana semua packages akan di-download. Sebagai contoh C:\cygwin_packages
Pada pilihan koneksi, sesuaikan dengan konfigurasi koneksi anda.
Pilih dari server mana anda akan download Cygwin packages. Saya pilih yang paling dekat dengan Indonesia, http://download.nus.edu.sg
Pada pilihan packages, search Zsh. Klik pada kolom new hingga berubah menjadi versi. Anda juga bisa memilih package lain yang anda butuhkan.
Setelah instalasi selesai, anda bisa menambahkan shortcut “Cygwin Terminal” ke Desktop atau Start Menu.
Tada… sekarang anda sudah bisa menikmati bash pada Windows. Klik kanan layar atau title bar untuk font, warna, ukuran, dll.
Untuk masuk ke Zsh, ketik zsh dari Terminal. Jika ini adalah pertama kalinya anda menjalankan Zsh, akan ada opsi yang muncul. Dan jika anda memilih opsi q, mungkin akan terlihat karakter-karakter aneh yang muncul.
Ketik exit dan enter untuk keluar dari Zsh. Kita skip saja ini, karena kita akan menggunakan konfigurasi dari oh-my-zsh. Anda bisa mengikuti petunjuk instalasi oh-my-zsh dari https://github.com/robbyrussell/oh-my-zsh, atau anda bisa download file dalam bentuk archive zip atau tarball.
Jika anda download dalam bentuk archive, extract file kedalam folder %UserProfile%\.oh-my-zsh atau $HOME/.oh-my-zsh.
%UserProfile% adalah salah satu variable pada Windows yang mengacu pada folder user anda. Sama seperti $HOME pada *nix. Misalnya "C:\Users\username" pada Windows Vista/7/8 dan Windows Server 2008/2012. Atau "C:\Document and Settings" pada Windows XP dan Server 2000/2003. Informasi lebih detail dapat anda pelajari di http://en.wikipedia.org/wiki/Environment_variable
Berikut langkah dalam Terminal (bash).
tar xf oh-my-zsh.tar.gz
Jika anda download archive dalam format zip, anda harus install unzip package terlebih dahulu melalui Cygwin installer.
unzip oh-my-zsh.zip
Copy file .oh-my-zsh/templates/zshrc.zsh-template ke ~/.zshrc.
Untuk mengubah Cygwin Terminal by default menggunakan Zsh, anda tidak bisa menggunakan chsh. Pada Windows, caranya klik kanan pada shortcut. Tambahkan parameter /bin/zsh --login pada field Target. Contoh:
Lho kok? :/
Ntah kenapa setelah login, tiba-tiba semua tampilan di Ubuntu berubah menjadi Bahasa China. Padahal nggak ada ngapa-ngapain sebelumnya. Btw, saya pakai Ubuntu 12.04.1 LTS x86_64.
Udah coba masuk ke Language Support di System Settings melalui Gnome Shell. Tapi bingung apa yang dipilih karena semua berbahasa China. Setelah sedikit browsing akhirnya ketemu solusinya.
Solusi
Buka file $HOME/.pam_environment, ubah semua yang aneh menjadi en_US:
Logout dan login kembali. Fiuhh… semua jadi normal.
Jangan lupa buka Language Support di System Settings, hapus Bahasa China kalau ter-install. Pilih English, lalu klik Apply System-wide karena mungkin aplikasi yang menggunakan akses root (gksudo) masih menggunakan Bahasa China.
Kemarin kedatangan PC jadul IBM ThinkCentre di kantor dengan spesifikasi Intel Pentium 4 – 2.80GHz dan RAM 512MB. PC tsb menggunakan Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat. Ini dia penampakannya
Saat digunakan oleh salah satu teman untuk mengetik membuat dokumen, terasa sangat berat sekali. Oke, mungkin Ubuntu 10.10 tidak terlalu tepat untuk PC ini. Saya putuskan untuk menggunakan Distro lain. Ada beberapa distro yang biasanya digunakan untuk PC jadul. Diantaranya Damn Small Linux dan PuppyLinux. Tapi karena menggunakan OpenBox, saya khawatir tidak ada yang mau menggunakannya di kantor . Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan LXDE yang lebih ringan tapi dengan tampilan yang masih mudah digunakan. Dari sekian banyak distro dengan LXDE yang ada, akhirnya saya pilih Linux Mint 12 LXDE.
Mulai download file iso dan membuat bootable UFD dengan menggunakan Unetbootin. Setelah dicolok, ubah konfigurasi di BIOS, ternyata UFD saya tidak bisa boot melalui PC ini. Tapi bisa terdeteksi, terlihat dari tampilan POST.
Solusi
Karena GRUB masih bisa run, jadi saya bisa jalankan Linux yang ada di UFD melalui GRUB. Caranya sangat sederhana. Pada GRUB menu, tekan tombol e untuk masuk ke edit mode. Lalu buat entry-nya kira-kira seperti ini:
set root='(hd1,msdos1)'
linux /casper/vmlinuz file=/cdrom/preseed/mint.seed boot=casper iso-scan /filename=${iso_path} quiet splash
initrd /casper/initrd.lz
hd1 adalah UFD. Kalau anda menggunakan lebih dari satu Storage Drive, mungkin bukan hd1. Bisa jadi hd2 atau lainnya.
msdos1 adalah partisi pertama di UFD.
Setelah selesai, tekan tombol Ctrl+X atau F10 untuk boot. Tadaa… LinuxMint sekarang sudah bisa run