Trik Membuat Any.Do Application Shortcut

Saya termasuk pengguna aplikasi GTD. Dari sekian banyak aplikasi GTD, Any.Do adalah salah satu yang favorit. Karena sederhana dan dapat digunakan di iOS, Android dan ada Chrome extension.

Sayangnya sampai sekarang, versi HTML5 belum ready. Jadi untuk membuka Any.Do di desktop PC, saya harus buka Chrome terlebih dahulu, lalu tekan icon Any.Do seperti terlihat pada gambar. Padahal saya terbiasa membuka Gmail, Facebook, Asana, Pivotal Tracker, dll hanya dengan sekali klik icon di taskbar.

Any.Do Chrome Extension

Berikut trik sederhana untuk membuat Any.Do application shortcut:

How to

  1. Install Any.Do Chrome extension dari Google PlayStore.
  2. Setelah install, copy text berikut
    chrome-extension://kdadialhpiikehpdeejjeiikopddkjem/index.html
  3. Paste text diatas ke Chrome Omnibox.
    Tada… sekarang sudah bisa buka Any.Do dengan full page.
  4. Langkah selanjutnya klik icon Settings/Customize and Control  di kanan-atas.
    Pilih Tools > Create application shortcuts (atau tekan tombol Alt+F, L, S)
  5. Pilih jenis application shortcut yang anda inginkan
    Any.Do Chrome Application Shortcut

Tadaa… sekarang anda sudah bisa langsung menggunakan Any.Do tanpa harus membuka Chrome seperti biasa ;)

Menjalankan Distro Linux lain dari GRUB

Kemarin kedatangan PC jadul IBM ThinkCentre di kantor dengan spesifikasi Intel Pentium 4 – 2.80GHz dan RAM 512MB. PC tsb menggunakan Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat. Ini dia penampakannya :D

Saat digunakan oleh salah satu teman untuk mengetik membuat dokumen, terasa sangat berat sekali. Oke, mungkin Ubuntu 10.10 tidak terlalu tepat untuk PC ini. Saya putuskan untuk menggunakan Distro lain. Ada beberapa distro yang biasanya digunakan untuk PC jadul. Diantaranya Damn Small Linux dan PuppyLinux. Tapi karena menggunakan OpenBox, saya khawatir tidak ada yang mau menggunakannya di kantor :( . Akhirnya saya putuskan untuk menggunakan LXDE yang lebih ringan tapi dengan tampilan yang masih mudah digunakan. Dari sekian banyak distro dengan LXDE yang ada, akhirnya saya pilih Linux Mint 12 LXDE.

Mulai download file iso dan membuat bootable UFD dengan menggunakan Unetbootin. Setelah dicolok, ubah konfigurasi di BIOS, ternyata UFD saya tidak bisa boot melalui PC ini. Tapi bisa terdeteksi, terlihat dari tampilan POST.

Solusi

Karena GRUB masih bisa run, jadi saya bisa jalankan Linux yang ada di UFD melalui GRUB. Caranya sangat sederhana. Pada GRUB menu, tekan tombol e untuk masuk ke edit mode. Lalu buat entry-nya kira-kira seperti ini:

set root='(hd1,msdos1)'
linux /casper/vmlinuz file=/cdrom/preseed/mint.seed boot=casper iso-scan /filename=${iso_path} quiet splash
initrd /casper/initrd.lz

hd1 adalah UFD. Kalau anda menggunakan lebih dari satu Storage Drive, mungkin bukan hd1. Bisa jadi hd2 atau lainnya.
msdos1 adalah partisi pertama di UFD.

Setelah selesai, tekan tombol Ctrl+X atau F10 untuk boot. Tadaa… LinuxMint sekarang sudah bisa run :D

Ayo Dance Crash jika menggunakan Cyber Billing

Hari ini saya dimintai tolong dengan teman yang membuka game net di Jogja. Saat menggunakan Cyber Billing, game Ayo Dance selalu crash. Tapi jika dibuka melalui Windows Explorer, tidak ada masalah. Setelah ngubek-ngubek internet, ternyata banyak yang mengalami hal yang sama. Konon katanya ini terjadi semenjak patch Ayo Dance bulan Mei 2011.

Setelah minum kopi, saya curiga ada masalah dengan cara Cyber Billing memanggil Ayo Dance. Akhirnya saya kepikiran untuk memanggil Ayo Dance tidak langsung dari Cyber Billing, tapi dari batch file. Dan ternyata… fail.

Rencana kedua mau bikin file yang di-compile untuk memanggil Ayo Dance. Jadi Cyber Billing run file executable yang saya buat, lalu run Ayo Dance.

Ada beberapa opsi compiler yang kepikiran.

  • Pertama mau download Visual Studio Express, tapi kegedan. Belum lagi install-nya makan waktu. You know, Visual Studio is huge development tools. Dan yang saya butuhkan hanya compiler-nya doang.
  • Kedua, mau pakai gcc harus pakai cygwin atau mingw, dan itu juga makan waktu.

Finally saya memutuskan untuk menggunakan python. Saat proses download dimulai, saya teringat kalau Windows punya WSH.

Solusi

Buat file play.vbs ditempat yang sama dimana Ayo Dance di-install, right-click, edit.
Copy and paste code dibawah ini:

Set WshShell = WScript.CreateObject("WScript.Shell")
WshShell.Run "Patcher.exe"

Jangan lupa di-save. Ubah Global menu dari Cyber Billing Server agar file yang di run adalah play.vbs. Save, Close. Coba di client. Tadaaa…!! Yay! Berhasil :D

UPDATE
Ini untuk yang masih bingung bagaimana cara membuat file play.vbs.

Masalah xterm-256color pada Mac OS X Lion

Setelah install Xcode 4.1.1 dari AppStore, beberapa command pada terminal tidak bisa dijalankan.

mul14-mac:78 mul14$ clear
terminals database is inaccessible

mul14-mac:78 mul14$ nano
Error opening terminal: xterm-256color.

mul14-mac:78 mul14$ reset
reset: can't initialize terminal type xterm-256color (error -1)
Terminal type?

Beberapa user di mendapatkan masalah ini pada saat upgrade ke Mac OS X Lion. Dan beberapa yang lain setelah melakukan instalasi Xcode 4.

Setelah melakukan pencarian akhirnya ketemu dua solusi.

  1. Mengubah konfigurasi Terminal

    Klik Terminal di menu bar, pilih Preferences, Settings Tab. Pilih default style yang digunakan. Pilih Advanced. Pada Declare terminal as:, pilih xterm-color.
    Terminal settings
    Buka terminal baru. Sekarang command diatas sudah bisa dijalankan. Dengan menggunakan perintah tput colors output yang dikeluarkan adalah 8.

  2. Copy file xterm-256color

    Download file xterm-256color.zip yang saya dapatkan dari BSD.pkg yang ada didalam file instalasi Mac OS X Lion.

    Extract file tersebut, lalu copy ke /usr/share/terminfo/78/

    Di terminal
    $ sudo cp xterm-256color /usr/share/terminfo/78/
    $ sudo chown root:wheel /usr/share/terminfo/78/xterm-256color

    Sekarang di terminal bisa menggunakan xterm-256color.
    Di terminal ketik tput colors output yang dikeluarkan adalah 256.

UPDATE
Cara #2 ternyata merusak semua tampilan aplikasi yang menggunakan ncurse. Sebaiknya ikuti instruksi me-replace semua isi folder /usr/share/terminfo disini.

References

Belajar Dvorak

Standard Dvorak

Beberapa minggu lalu setelah acara YKode yang kedua, saya sempat ngobrol dengan lynxluna. Akhirnya pembicaraan mulai mengarah ke Dvorak. Wow, ternyata lynxluna bisa menggunakan Dvorak dengan mahir. Dia juga cerita kalau teman-temannya juga menggunakan dvorak, termasuk Om Robin. Lalu mulai diperkenalkan Dvorak-QWERTY yang ada di Mac OSX. Menggunakan dvorak keyboard layout, tapi tetap menggunakan shortcut button ala QWERTY.

Sebenarnya sih udah mencari dvorak ini dari tahun 2006. Tapi belum pernah ketemu sampai sekarang. Mulai dari Mangga dua Jakarta, BEC, Medan Mall dan Jogjatronik.

Yang bikin beda saat menyaksikan lynxluna menggunakan dvorak adalah dia tetap menggunakan keyboard QWERTY. Yang diubah hanya konfigurasi di Mac OSX-nya. Owh shit! Kenapa ini gak pernah kepikiran sebelumnya?!?

Setelah pulang, langsung nyobain dvorak di Windows 7. Alamak! Ternyata di Windows nggak ada Dvorak-QWERTY. Setelah browsing, akhirnya ketemu beberapa cara untuk menggunakan Dvorak-QWERTY. Dari beberapa yang saya coba, hanya Dvorak-QWERTY Layout for Windows yang dibuat menggunakan Microsoft Keyboard Layout Creator 1.4 yang berjalan dengan baik.

Setelah beberapa hari belajar menggunakan dvorak, saya pikir ada baiknya langsung mencoba Programmer Dvorak. Perbedaan paling jelas yang terlihat dibandingkan dengan Dvorak biasa ada pada tombol angka. Anda harus menekan tombol Shift untuk mendapatkan angka.

Dvorak for Programmer

Belum lagi lancar menggunakan dvorak, saya diperkenalkan lagi dengan Colemak oleh ordinareez.

Colemak keyboard layout

Setelah mencari informasi akhirnya saya tetap memilih dvorak. Alasannya sederhana—karena adopsi Colemak belum sebanyak Dvorak.

Sampai sekarangpun—kalau mengetik memang belum lancar seperti menggunakan QWERTY. Tapi sudah bisa mengetik tanpa melihat contekan lagi. Yay! :D

Bagaimana dengan anda? Tertarik menggunakan Dvorak? Punya pengalaman dengan Dvorak? Atau malah tidak tau keuntungan menggunakan Dvorak?


Sumber gambar: Wikipedia dan http://colemak.com