Belajar Dvorak

Standard Dvorak

Beberapa minggu lalu setelah acara YKode yang kedua, saya sempat ngobrol dengan lynxluna. Akhirnya pembicaraan mulai mengarah ke Dvorak. Wow, ternyata lynxluna bisa menggunakan Dvorak dengan mahir. Dia juga cerita kalau teman-temannya juga menggunakan dvorak, termasuk Om Robin. Lalu mulai diperkenalkan Dvorak-QWERTY yang ada di Mac OSX. Menggunakan dvorak keyboard layout, tapi tetap menggunakan shortcut button ala QWERTY.

Sebenarnya sih udah mencari dvorak ini dari tahun 2006. Tapi belum pernah ketemu sampai sekarang. Mulai dari Mangga dua Jakarta, BEC, Medan Mall dan Jogjatronik.

Yang bikin beda saat menyaksikan lynxluna menggunakan dvorak adalah dia tetap menggunakan keyboard QWERTY. Yang diubah hanya konfigurasi di Mac OSX-nya. Owh shit! Kenapa ini gak pernah kepikiran sebelumnya?!?

Setelah pulang, langsung nyobain dvorak di Windows 7. Alamak! Ternyata di Windows nggak ada Dvorak-QWERTY. Setelah browsing, akhirnya ketemu beberapa cara untuk menggunakan Dvorak-QWERTY. Dari beberapa yang saya coba, hanya Dvorak-QWERTY Layout for Windows yang dibuat menggunakan Microsoft Keyboard Layout Creator 1.4 yang berjalan dengan baik.

Setelah beberapa hari belajar menggunakan dvorak, saya pikir ada baiknya langsung mencoba Programmer Dvorak. Perbedaan paling jelas yang terlihat dibandingkan dengan Dvorak biasa ada pada tombol angka. Anda harus menekan tombol Shift untuk mendapatkan angka.

Dvorak for Programmer

Belum lagi lancar menggunakan dvorak, saya diperkenalkan lagi dengan Colemak oleh ordinareez.

Colemak keyboard layout

Setelah mencari informasi akhirnya saya tetap memilih dvorak. Alasannya sederhana—karena adopsi Colemak belum sebanyak Dvorak.

Sampai sekarangpun—kalau mengetik memang belum lancar seperti menggunakan QWERTY. Tapi sudah bisa mengetik tanpa melihat contekan lagi. Yay! :D

Bagaimana dengan anda? Tertarik menggunakan Dvorak? Punya pengalaman dengan Dvorak? Atau malah tidak tau keuntungan menggunakan Dvorak?


Sumber gambar: Wikipedia dan http://colemak.com

Kenapa Harus QWERTY ?

Pernahkah Anda bertanya, mengapa susunan huruf dalam keyboard mesin ketik, komputer, hingga PDA kita berupa “QWERTYUIOP” dan seterusnya? Mengapa tidak dibuat saja berurutan seperti “ABCDEFGH” dan seterusnya? Mungkin sebagian dari Anda sudah tahu ceritanya, tetapi kalau-kalau Anda belum tahu bisa saya tulis di sini.

Konon, keyboard tersebut sudah diciptakan sejak tahun 1860an oleh Sholes dan Dunsmore. Awalnya mereka membuatnya berurutan sesuai abjad. Namun, lambat laun seiring dengan meningkatnya kemampuan (kebiasaan) user, kecepatan mengetik menjadi lebih cepat padahal mekanisme mesin saat itu masih sederhana. Akibatnya, (baris) tombol tertentu menjadi sering macet dan menghambat pekerjaan.

Berdasar pengalaman mereka, akhirnya disusunlah keyboard yang sengaja dipersulit dan dibuat tidak efisien untuk “memperlambat” kecepatan mengetik agar keyboard tidak mudah jammed. Desain mesin ketik itu kemudian dijual ke Remington untuk diproduksi secara massal tahun 1873. Susunannya terbagi dalam empat baris, baris teratas berupa “23456789-”, baris kedua “QWE.TYIUOP”, baris ketiga “XDFGHJKLM”, dan baris terbawah “AX&CVBN?;R”.
Lanjut membaca