5 mitos di industri software development Indonesia

Sejarah mencatat kalau penggunaan komputer di Indonesia dimulai di sekitar tahun 1970-an dan cabang ilmu komputer atau teknik informatika mulai berkembang di Indonesia sekitar akhir tahun 1970-an. Bila memang benar cabang ilmu komputer masuk di Indonesia di tahun tersebut, berarti hampir 40 tahun industri software development di Indonesia tidak mengalami banyak kemajuan yang berarti. Kenapa demikian? Karena selama satu dekade belakangan, tingkat turnover di industri software development di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan di industri lainnya, delivery date yang tidak sesuai perencanaan dan fitur-fitur yang tidak sesuai permintaan kostumer.

Namun walaupun dengan semua permasalahan pelik tersebut, masih banyak saja praktisi IT di Indonesia yang melakukan hal yang sama seolah-olah kegagalan dalam 40 tahun belakangan belum menjadi cukup bukti kuat untuk mereka merubah cara berpikir dan cara berperilaku dalam software development. Seharusnya orang yang telah gagal berkali-kali langsung belajar dari kegagalan dan tidak melakukan hal yang telah menyebabkan ia gagal untuk kedua kalinya, namun hal tersebut seolah-olah tidak berlaku di Indonesia karena banyak orang Indonesia yang menggunakan kaca mata kuda yang tidak memperhatikan perkembangan dan perubahan di belahan dunia lain.

Btw, baca selengkapnya disini aja ya kk 😐

View story at Medium.com

Iklan

2 pemikiran pada “5 mitos di industri software development Indonesia

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s