Wohoo!! Akhirnya setelah sekian lama, saya bisa kembali menggunakan ArchLinux. Jadi ceritanya pada Q2-2015, laptop saya yang satunya mati karena colokan listriknya kecabut. Memang batre-nya juga udah soak sih. Masih bisa dihidupkan, tapi sayangnya hanya bisa masuk ke virtual console 😥

Untuk memperbaikinya sebenernya gampang kalau ada akses internet. Tapi sayangnya setiap ke cafe untuk mengakses internet, selalu diganggu dengan Captive Portal. Tanpa browser modern, gimanalah masukkin username dan password di Captive Portal? :/ Coba pake elinks atau lynx, ternyata ada Captive Portal pake JavaScript pula. Pake PhantomJS ternyata gak bisa juga :/ Atau salah caranya kali ya?

Cari tempat internet yang ada ethernet cable-nya susah banget :/ Main-main ke office temen juga nggak ada yang pake ethernet cable. Jadi yaa sudahlah. Toh saya masih bisa pake komputer-komputer yang lain.

Bulan Desember 2015 saya backup semua konfigurasi di /etc dengan git (gak pake etckeeper) dengan harapan suatu saat bisa install ArchLinux lagi. Untuk saat ini bolehlah pake yang distro yang installer-nya ada GUI. Lalu saya install Ubuntu 15.10. Instalasi berjalan normal. Tapi ntah kenapa setelah restart, Unity tidak muncul. Hanya background picture 😥 Jadi tetep gak bisa dipake. Dan saya males ngutak-atik Ubuntu, ntah kenapa :/ Gak se-fun kalo ngutak-atik Arch atau Gentoo.

Nah, pada 30 Desember 2016 jam 11-an malam di salah satu coworking space yang sepi, saya liat ada kabel ethernet (kebetulan saya tidak Malam Mingguan seperti manusia lain pada umumnya 😐 #sh!t ). Langsung aja colok, boot dengan ArchLinux live, ping ke google, dan tadaa!! Ternyata bisa 😀

Langsung sikat partisi yang dihuni oleh Ubuntu dengan mkfs.ext4 /dev/sda5. Lalu ikuti instruksi instalasi.

Jangan lupa juga ganti font di virtual console dengan setfont Lat2-Terminus16. Daftar font bisa diliat di /usr/share/kbd/consolefonts. Supaya jadi permanent, jangan lupa tambahkan FONT=Lat2-Terminus16 pada /etc/vconsole.conf

As VIM user, supaya lebih enak, ganti tombol Escape dengan Capslock. Caranya paling gampang copy dari /usr/share/kbd/keymaps/i386/dvorak/dvorak-programmer.map.gz ke /usr/local/share/kbd/keymaps/personal.map (jangan lupa gunzip). Lalu ubah Escape dan Capslock. Supaya permanent, tambahkan KEYMAP=/usr/local/share/kbd/keymaps/personal.map ke /etc/vconsole.conf

Setelah install beberapa package untuk network, baru bisa login ke Wifi dengan menggunakan wifi-menu atau nmtui (btw gambar di atas itu pake nmtui).

Mount partisi /home dan /opt, lalu generate ulang /etc/fstab dengan genfstab, reboot deh. 😀

Lalu install package yang diperlukan seperti desktop environment, git, vim, emacs, steam, dll.

Fuahh… rasanya nikmat sekali bisa kembali menggunakan ArchLinux 😀

Iklan

2 pemikiran pada “My ArchLinux is back! \(^o^)/

    1. Hohoo… tapi saya memang kemarin ke masa depan 😐
      Tapi okelah, saya perbaiki. Daripada ketahuan kalo dari masa depan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s